Kasih Sayang ( المَحَبَّةُ / Al-Mahabbah)

Downdoad (PDF)

PENGGUNAAN
ISTILAH-ISTILAH CINTA
DAN MAKNA MASING-MASING



1.      Kasih Sayang ( المَحَبَّةُ  / Al-Mahabbah)
M

akna asalnya adalah ‘bening’ dan ‘bersih’. Sebab bangsa Arab menyebut istilah ‘bening’ ini untuk gigi yang putih. Ada pendapat lain, yang diambilkan dari kata al-habab, yaitu 'air yang meluap setelah turun hujan yang lebat'. Dari sini dapat diartikan bahwa al-mahabbah adalah luapan hati dan gejolaknya saat dirundung keinginan untuk bertemu dengan sang kekasih. Ada pula yang mengartikannya 'tenang' dan 'teguh', seperti onta yang tenang dan tidak mau bangun lagi setelah menderum. Seorang penyair berkata,
Satu cambukan mengenai onta
cambukan tatkala ia menderum
            Jadi, seakan-akan orang yang mencinta itu telah mantap hatinya terhadap orang yang dicintai dan tidak terbetik untuk beralih darinya. Tapi, ada yang justru mengartikan sebaliknya, yaitu gundah yang tidak tetap. Maka anting-anting disebut dengan kata hiba, karena ia tidak pernah diam dan tetap berada di telinga. Seorang penyair berkata,
Ular tidak pernah diam
di tempat siap menerkam
Ada pula yang berpendapat bahwa kata al-mahabbah berasal dari al-habbu, artinya ‘inti sesuatu’, ‘biji tanaman’ atau ‘pepohonan dan asal muasal-nya'. Tapi ada yang mengartikannya gelas besar untuk mencampur sesuatu agar muat banyak. Hati orang yang mencinta tidak mempunyai tempat yang lapang, kecuali bagi orang yang dicintainya.
Ada yang mengartikannya 'usungan bejana' atau lainnya, yang men-jamin keamanannya. Cinta diartikan seperti ini karena orang yang mencinta mau memikul beban yang berat demi orang yang dicintainya, seperti usungan yang dibebani barang yang diletakkan di atasnya.
Ada pula yang berpendapat, kata ini berasal dari ‘buah hati’. Cinta dinamakan seperti ini karena cinta itu bisa sampai ke buah hatinya. Hal ini serupa dengan perkalaan manusia, “Memunggungi jika Punggung beradu punggung; mengepalai jika kepala beradu kepala; membatin jika batin beradu batin.” Tetapi perbuatan ini terjadi jika kedua belah saling aktif. Sedangkan dalam cinta, pengaruhnya saja yang sampai kepada orang yang dicintai.
Yang pasti disini ada dua asal kata kerja: habba dan ahabba. Seorang penyair berkata,
Aku mencintai Abu Marwan karena kormanya
            kutahu kelembutan akan berbuah kelembutan pula
            demi Allah, aku tiada mencinta jika tiada korma
            tidak lebih dekat dengan budak dan orang merdeka
Al-Jauhary merubah bacaan kata habba dan memadukan antara dua asal kata itu. Tapi untuk kata kerja dan kata subyeknya manusia lebih cenderung menggunakan kata yang terdiri dari empat huruf, seperti ahabba yuhibbu huwa muhibbun. Sedangkan untuk kata obyek penderitanya mereka menggunakan asal kata fa'ala (terdiri dari tiga huruf), sehingga menjadi mahbubun, dan mereka tidak mengatakan muhabbun (bentukan dari empat huruf). Seorang penyair berkata,
Kini engkau sudah datang
dan jangan engkau ragukan
diriku sebagai orang yang layak dicintai
dan memiliki kehormatan diri
Kata al-muhabb ‘orang yang dicintai’ berasal dari kata kerja af’ala. Sedangkan habib lebih banyak digunakan dengan pengertian al-mahbub ‘yang dicintai’. Seorang penyair berkata,
Kuhampiri malam hari
agar menjadi kekasih hati
tiada hutang yang ada
justru aku mencarinya
Namun kadangkala mereka juga menggunakan kata itu dengan pengertian al-muhibb ‘orang yang mencinta’.
Jadi kata habib bisadiartikan orang yang dicintai dan bisa diartikan orang yang mencintai. Sedangkan kata al-hibbu dengan mengkasrahkan huruf ha' juga sama artinya dengan al-hubbu. Namun tidak jarang diartikan orang yang dicintai atau kekasih. Bentukan kata ini seperii kata dzibhun yang berarti madzbuh 'yang disembelih'. Jadi ada persekutuan antara kita subyek dan kata obyek. Abu Ubaid berkata, “Kata sibbun artinya adalah ‘orang yang banyak mencela’.” hassan berkata di dalam syairnya,
Jangan engkau mencelaku
hanya orang mulia yang layak mencelaku
Bentukan kata seperti ini bisa menyekutukan antara mashdar dan kata obyek, seperti kala rizqun. Namun dengan dibaca al-hubb terkandung isyarat yang lembut. Bacaan al-hibbu terasa lebih enteng. Sementara dengan dibaca al-mahbub terasa lebih pas di hati.
Banyak pendapat tentang batasan makna kata al-mahabbah. Ada yang berpendapat, artinya adalah kecenderungan secara terus-menerus, dengan disertai hati yang meluap-luap. Ada yang berpendapat, artinya mendahulukan kepentingan orang yang dicintai ketimbang hal-hal lain di sekitarnya. Ada yang berpendapat, artinya menuruti keinginan orang yang dicintai, baik tatkala sang kekasih ada di sampingnya atau tidak ada di sampingnya. Ada yang berpendapat, artinya menyatukan keinginan orang yang mencintai dan orang yang dicintai. Ada yang berpendapat, artinya mendahulukan keinginan orang yang dicintai. Ada yang berpendapat, artinya pengabdian.
Ada yang berpendapat, artinya menyedikitkan yang banyak dan memperbanyak yang sedikit demi orang yang dicintai. Ada yang berpendapat, artinya hati orang yang mencintai tak terbendung untuk tidak mengingat orang yang dicintai. Ada yang berpendapat, artinya yang hakiki ialah menyerahkan apa pun yang ada pada dirimu kepada orang yang dicintai, sehingga tidak ada lagi yang menyisa. Ada yang berpendapat, artinya engkau harus menyingkirkan apa pun yang ada di dalam hatinya kecuali orang yang dicintai. Ada yang berpendapat, artinya kecemburuan terhadap orang yang dicintai, seandainya kehormatannya ada yang berkurang.
Ada yang berpendapat, artinya keinginan yang tak pernah berkurang karena kekeringan dan tidak bertambah karena basah. Ada yang berpendapat artinya menjaga batas. Jadi tidak benar orang yang mengaku mencintai namun dia melanggar batas. Ada yang berpendapat, artinya engkau rela mengerjakan apa pun yang disenangi orang yang dicintai. Ada yang berpendapat, artinya tidak boleh lalai apa pun yang terjadi, seperti yang dikatakan seorang penyair,
Siapa punya keinginan dan melalaikan
mana mungkin dia bisa merasakannya
Ada yang berpendapat, artinya bara yang membakar hati karena keinginan orang yang dicintai. Ada pula yang berpendapat, artinya mengingat sang kekasih sebanyak napas yang berhembus, sebagaimana yang dikatakan penyair,
Dia ingin engkau lalai
tapi ingatan tetap terpatri
Ada yang berpendapat, artinya hati yang buta untuk melihat selain orang yang dicintai, tuli untuk mendengar selainnya, seperli yang dikatakan dalam sebuah hadits,
حُبُّكَ لِلشَّيْءٍ يُعْمِى وَيُصِمّ. {رو اه أحمد}
“Kecintaanmu kepada sesuatu bisa membuat buta dan tuli.” (Diriwayatkan Ahmad).
Ada pula yang berpendapat, artinya kecenderungan secara total kepada orang yang dicintai, kemudian engkau rela mengorbankan diri, nyawa dan hartamu demi dirinya, kemudian engkau mengikutinya secara sembunyi atau terang-terangan. Ada yang berpendapat, artinya usahamu untuk membuat sang kekasih menjadi ridha. Ada yang berpendapat, artinya tenang tapi gundah, gundah tapi tenang. Hati menjadi gundah kecuali setelah berdekatan dengan sang kekasih, hati menjadi gundah karena rindu kepadanya, dan menjadi tenang tatkala berdekatan dengannya. lnilah makna perkataan mereka, al-mahabbah adalah gerakan hati yang tiada henti mengingat sang kekasih dan ketenangannya tatkala bersanding dengannya. Ada yang berpendapat, artinya berdampingan dengan orang yang dicintai selama-lamanya, seperti yang dikatakan dalam sebuah syair,
Aku merasa aneh terhadap diriku
karena aku mencintai mereka
kutanya setiap orang yang berlalu
padahal mereka bersanding bersama
mataku mencari-cari selalu
padahal mereka tetap di tempatnya
hatimu dirundung rindu
padahal mereka ada di antara tulang iga
Ada yang berpendapat, artinya orang yang dicintai harus lebih dekat dengan orang yang mencintai, ketimbang dengan ruhnya sendiri, seperti yang dikatakan dalam sebuah syair,
Wahai yang bersemayam di dalam rasa dan diriku
engkau jauh dari penglihatan dan pandangan
engkau adalah ruhku jika aku tak memandangmu
dia lebih dekat denganku dari segala yang derdekatan
Ada yang berpendapat, artinya keinginan agar yang dicintai selalu hadir di sisi orang yang mencintai, seperti yang dikatakan dalam sebuah syair,
Angan-angan tentang dirimu ada di mataku
ingatan tentang dirimu ada di mulutku
tempat kembalimu ada di hatiku
tapi ke manakah engkau hilang dariku?
Ada yang berpendapat, artinya harus ada keseimbangan antara jauh dan dekatnya orang yang dicintai dengan orang yang mencintai, sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah syair,
Wahai yang bersemayam di antara perut dan iga
sekalipun tempat tinggalnya berjauhan dariku
kasih sayang tercurah untuk senantiasa mencinta
jika engiau tiada menggapainya ia kan membumbung
Ada yang berpendapat, artinya keteguhan hati terhadap orang yang dicintai dalam menghadapi canda dan menganggap kritikan serta celaan sebagai angin lalu, sebagaimana yang dikatakan dalam syair,
Keteguhanku berdiri tegar bersama dirimu
aku tiada peduli yang datang dahulu atau kemudian
engkau membuatku tak peduli dan memang aku begitu
terhadap orang yang menghinamu atau memuliakan
kucintai mereka dan seakan-akan engkau musuhku
bersamamu dan bersama mereka sama-sama ada kebahagiaan
ada kenikmatan karena celaan mereka karena mencintaimu
biarkan mencercaku mereka yang suka melancarkan cercaan

1 Komentar:

Anonim mengatakan... [Balas]

ini di download kok sudah gak bisa. bagaimana solusinya?

Posting Komentar

Apa tanggapan anda setelah membaca artikel di atas?