Abang Mencari Sebongkah Iman

Pada hakikatnya manusia ini terdiri dari 3 rongga
1. Rongga Kepala
2. Rongga Dada
3. Rongga Perut

Ketiga buah rongga ini harus diisi. Apa isinya :
1. Rongga Kepala diisi dengan Ilmu (Pikir Agama)
2. Rongga Dada diisi dengan Iman (Kebesaran Allah)
3. Rongga Perut diisi dengan Makanan
Rongga perut semakin diisi semakin penuh, sedangkan rongga kepala dan rongga dada semakin diisi semakin kosong. Kenapa semakin kosong? Karena semakin diisi otak manusia dengan ilmu maka dia akan semakin merasa ilmu yang dimilikinya belum apa-apa dibandingkan yang lain. Semaikin diisi hati manusia dengan iman maka dia akan merasa semakin imannya belum ada apa-apa dibanding Nabi dan sahabat.

Nabi SAW bersabda: “Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan.” (HR Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Muslim) 

Hari ini s manusia lebih disibukkan untuk mengisi rongga perut. Padahal besok paginya sudah menjadi kotoran yang baunya sangat busuk sekali. Jadi, pada hakikatnya manusia yang hanya disibukkan mencari sesutu yang akan menjadi benda yang sangat busuk sekali.

Seorang suami telah berkata : “Adinda tersayang abang mau pergi bekerja”. Istrinya pun faham dan melepas suaminya untuk bekerja dari pagi sampai sore. Diwaktu lain suami berkata : “Adinda tersayang, abang hendak pergi ke Malaysia untuk bekerja, Selama 2 tahun”. Demi uang ringgit yang tidak seberapa suami, istri dan anak rela berpisah. Untuk mengisi rongga perutnya.
Kalau rongga perut ini terlalu banyak diisi akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Penyakit gula, jantung, ginjal dan sebagainya.

Hari ini manusia lebih disibukkan untuk mengisi rongga otak. SD 6 tahun belum bisa bekerja. Ditambah lagi SMP 3 tahun lagi itu pun belum bisa. Tambah 3 tahun lagi SMA. Ijazah SMA pun sekarang banyak yang tidak laku. Lanjut lagi S1 4 tahun. S1 pun banyak pengangguran. 16 tahun waktu yang terbuang untuk mengisi rongga kepala tapi belum juga ada jaminan. Gelar S1, S2 dan S3 saja belum tentu laku didunia. Apalagi diakhirat ini tidak laku sama sekali. Gelar yang laku diakhirat itu (ra), tapi sedikit sekali manusia yang mau mencari gelar ini didunia.    

Sorang suami telah berkata : “Adinda tersayang abang mau pergi sekolah ke Inggris selama 2 tahun untuk ambil gelar S2”. Setelah abang tamat, abang akan menjadi menager yang gajinya 10 juta per bulan. Demi masa depan yang tidak pasti suami, istri dan anak rela berpisah. Untuk mengisi rongga kepalanya.
Kalau rongga kepala ini terlalu banyak diisi akan menimbulkan kesombongan jika tidak dibarengi dengan Zikir (ingat kepada Allah). Kepala sudah banyak isi yang menyebabkan kepala ini tidak mau menunduk dan angkuh.

Hari ini manusia lupa bahkan tidak mau mengisi rongga yang terletak diantara rongga kepala (otak) dan rongga perut yaitu rongga dada (hati). Padahal rongga hatilah yang lebih penting diisi dengan iman dan kebesaran Allah SWT. 

Satu orang suami telah berkata : “Adinda tersayang abang mau keluar (memperbaiki Iman) 4 bulan”. Istrinya pun berkata : “4 bulaaaaaaan?” hampir satu meter mulutnya terbuka mengatakan itu. Istri yang tidak faham akan merasa berat melepas suaminya.
Sabar sayang abang pasti pulang
Cuma 4 bulan untuk usaha atas iman
Karena abang belum bisa seperti bang Toyyib,
yang tak pulang-pulang untuk cari uang
Abang cuma 4 bulan untuk mencari sebongkah iman
Karena abang belum bisa memberi sebongkah berlian

Sebagai mana perlunya usaha atas memenuhkan rongga perut dan rongga kepala. Usaha atas memenuhkan rongga hati ini lebih penting lagi. Apalah bedanya manusia dengan hewan kalau hanya memenuhi rongga perut saja. Apalah bedanya islam dengan yahudi kalau hanya memenuhi rongga kepala saja. Supaya ada pembeda perlu juga dibuat usaha atas mengisi rongga hati, hati manusia.

Untuk makan perlu usaha atas makanan. Untuk ilmu perlu usaha atas ilmu. Untuk iman begitu juga, perlu usaha atas iman. Apa usaha atas iman itu? Nabi SAW selama 13 tahun telah buat usaha atas iman kepada para sahabat. Sehingga walaupun rongga perut kosong, tapi rongga kepala penuh dengan pikir agama dan hati dipenuhi kebesaran Allah SWT .

Bayan dan ceramah itu untuk membakar semangat. Waktu dengan bayan (ceramah agama) semangat timbul tapi setelah selesai banyak iman turun lagi. Ketika Hamzalah mendengan bayan Nabi SAW imannya naik tapi setelah pulang kerumah dan berjumpa anak dan istri. Hanzalah mengatakan: Hanzalah telah munafik karena kondisi imannya berbeda dengan waktu dimajelis Nabi SAW dengan dirumah ada penurunan.

Bayan dan ceramah itu untuk membakar semangat. Untuk membuat sebuah pedang. Perlu dibakar dengan api. Itulah bayan. Tapi kalau tidak ditokok (dipukul). Arang habis besi binasa. Bayan habis orang yang mendengar pun tak ada kesan. Pedang akan jadi kalau di bakar dan ditokok.

Judul Asli: "Abang Cuma 4 Bulan Untuk Mencari Sebongkah Iman"
Category: , 0 Komentar

Ceramah Pak Kiyai

Alkisah di suatu pengajian akbar (jemaah yang hadir sekira 3.000 orang), Pak Kiyai menyampaikan ceramahnya, “Hadirin yang mulia, dunia ini gelap dan kubur itu terang! Hadirin semua setuju?” Serentak hampir semua jemaah menjawab, “Setuju!!!”

Pak Kiyai melanjutkan, “Nah bagi yang setuju dengan pernyataan saya, boleh pulang.” Maka dengan suara gaduh hadirin pun pulang, kecuali tiga orang pemuda yang masih belum beranjak dan tempat duduknya (ternyata ketiga pemuda itu duduk paling depan dan tidak mengantuk selama Pak Kiyai berceramah). Melihat ketiga pemuda itu tidak beranjak dan tempatnya, Pak Kiyai bertanya, “Mengapa kalian tidak pulang? Kalian tidak setuju dengan pernyataan saya?

“Yah..., kami penasaran dengan ungkapan Pak Kiyaitadi. Pak Kiyai tadi  bagaimana, dunia yang jelas-jelas terang eh ... malah dikatakan gelap, sedangkan kubur yang sudah jelas-jelas gelap malah dikatakan terang, apakah uangkapan Pak Kiyai itu tidak terbalik?” jawab si Pemuda.Pak Kiyai menjawab sambil tersenyum, “Tidak Nak Saya tidak keliru dengan yang saya sampaikan tadi.”

“Baiklah, jika kalian ingin mengetahui jawabannya mari ikut saya.” Pak Kiyai membawa ketiga pemuda tadi kemulut sebuah gua yang gelap. Ketiga Pemuda tadi semakin bertambah keheranan dan kepenasarannya. Pak Kiyai berucap kepada ketiga pemuda itu, “Masukilah gua itu dan jika kalian menemukan kerikil didalamnya, ambillah.”

Ketiga pemuda itu semakin bengong dan dibuat bingung oheh instruksi Pak Kiyai. Pemuda I berfikir, “Aku tidak akan tertipu untuk yang kedua kalinya, aku tak akan membawa apa-apa. Mengapa Pak Kiyai aneh ini malah menyuruh mengambil kerikil bukan membekahi saya senter atau obor!”
Pemuda II agak ragu-ragu dengan perintah Pak Kiyai,ia berfikir, “Ah... saya akan mengambil sedikit saja kerikil itu.
Pemuda ketiga berfikir, “Apa pun yang diperintahkan Pak Kiyai saya samina wa athanaa (mendengar dan taat), saya akan mengambilkerikil itu..”

Singkat cerita, ketiga pemuda itu memasuki gua. Pak Kiyai sudah menunggu di ujung mulut gua. Ketika melihat kemunculan ketiga pemuda itu, Pak Kiyai berkata, “Silakan kalian membuka hasil bawaan kalian dan dalam gua itu.”

Ketika melihat bawaannya, Ketiga Pemuda itu langsung pingsan. Ternyata kerikil itu adalah intan permata!!. Setelah ketiga pemuda itu siuman, Pak Kiyai menjelaskan, “Itulah jawaban dan pernyataan saya pada ceramah tadi. Dunia yang saya katakan gelap, saya umpamakan gua yang tentunya di dalamnya gelap, sedangkan ujung gua (di luar gua) itu saya umpamakan kubur karena memang terang. Dan kerikil! yang ternyata intan permata itu saya umpamakan bekal amal kita masing-masing ketika memasuki dunia (gua) yang serba gelap.”

Pak Kiyai melanjutkan, “Setiap orang akan menyesal ketika sudah sampai di alam kubur (sudah meninggal dunia), karena ternyata semua manusia akan menyadari bahwa kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan akhirat yang membutuhkan bekal amal shalih. Yang tidak membawa perbekalan amal shalih akan celaka selamanya, yang membawa bekal amal! shalih sedikit akan menyesal mengapa tidak membawa lebih banyak dan yang sudah membawa bekal amal! shalih yang banyak menyesal kenapa tidak membawa lebih banyak lagi. Pendek kata kita Semua akan menyesal tapi penyesalan saat itu tiada artinya.”
Category: 0 Komentar

Mari Belajar Dari Bebek

Bebek adalah binatang yang memiliki intelegensi (tingkat kecerdasan) yang rendah jika dibandingkan dengan anjing. Anjing mudah dilatih dan memiliki tingkat intelegensi yang tinggi. Di samping itu, anjing mampu mendengar jenis suara rendah (infrasonic) pada jarak sekitar 20 meter. Suara ini hanya tidak bisa didengar oleh telinga manusia.

Namun demikian, kita jarang mendengar ada bebek yang tertabrak! Sedangkan kita sering melihat banyak anjing yang tertabrak! Mengapa?

Ternyata bebek memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki anjing. Bebek senantiasa hidup berjamaah, kompak dan satu gerak. Kemana pun bebek pergi senantiasa beserta jamaah (rombongannya). Bebek pun binatang yang istiqamah dalam bersikap dan bertindak. Ketika bebek Sedang berada di dalam kandang ia bersuara, “wek... wek... wek!” Begitu juga ketika bebek berada di jalan, di sawah, di perkampungan bahkan di mall-mall atau swalayan dan di istana negara senantiasa hersuara wek.. wek.. wek!, sungguh istiqamah! Ketika rombongan bebek berada di jalan raya dan bermaksud menyeberang, maka seketika para pengguna jalan berhenti sejenak untuk menghormati iring-iringan bebek itu.

Berbeda dengan anjing, kebanyakan hidupnya sendiri (infirodhi) tidak mau dan bahkan jarang berjamaah. Anjing pun binatang yang tidak istiqamah dalam berucap atau bersuara. Kepada orang lain yang tidak ia kenal ia menggonggong tetapi kepada tuannya ia bermanja-manja. Meskipun memiliki tingkat kepekaan tinggi dalam mendengarkan suara rendah, tapi ternyata karena hidupnya tidak berjamaah maka ia sering tertabrak di jalan raya.
 
Mari belajar dan bebek, istiqamah dan berjamaah menjadi kunci dalam berdawah. Pertolongan Allah Swt. beserta jamaah. Janganlah seperti anjing, tidak mau berjamaah, kalaupun berjamaah selalu ribut dan bertengkar dengan sesamanya dan tidak istiqamah dalam bersikap dan berucap.
Category: 0 Komentar

7 Pintu Neraka

Azid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata:
Jibril datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi SAW, "Mengapa aku melihat kau berubah muka?"

Jawab Jibril: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu benar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.”

Lalu Nabi SAW bersabda: “Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam.”

Jawab Jibril, "Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al-Qur’an itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.”

Nabi SAW bertanya, “Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?”

Jawab Jibril, “Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun perjalanan, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali lipat.” (yaitu yang lebih bawah lebih panas)

Tanya Rasulullah SAW, “Siapakah penduduk masing-masing pintu?”

Jawab Jibril, “Pintu yangg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yang kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir’aun, namanya Al-Hawiyah. Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim, Pintu ketiga tempat orang shobi’in bernama Saqar. Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha, Pintu kelima tempat orang yahudi bernama Huthomah. Pintu ke enam tempat orang nashara bernama Sa’eir.”

Kemudian Jibril diam, segan pada Rasulullah SAW sehingga ditanya, “Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?”

Jawa Jibril, “Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat.”

Maka Nabi SAW jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi SAW di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar Nabi SAW bersabda: “Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat dalam sedihku, apakah ada seorang dari ummatku yang akan masuk ke dalam neraka?”

Jawa Jibril, “Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.”

Kemudian Nabi SAW menangis, Jibril juga menangis, kemudian Nabi SAW masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk shalat kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila shalat selalu menangis dan minta kepada Allah.
Category: 0 Komentar

Memintalah Kepada Allah

Dari Abdullah bin Mas'ud R. A., Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tertimpa kelaparan, lalu ia meminta-minta kepada manusia, kelaparannya tidak akan hilang. Dan barangsiapa tertimpa kelaparan, lalu mengadukannya kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan memberikan kepadanya rezeki yang akan ia dapatkan dengan segera atau terlambat sedikit." ( Hadits Riwayat Tirmidzi )

Keterangan:
"Barangsiapa yang meminta-minta kepada manusia, kefakirannya tidak akan hilang." Maksudnya adalah keperluannya tidak akan terpenuhi. Jika hari ini ia meminta-minta untuk suatu keperluan dan secara lahiriah keperluannya sudah terpenuhi, maka besok akan datang lagi suatu keperluan yang lebih penting dari keperluan sebelumnya. Dan keperluannya akan terus datang. Jika ia menengadahkan tangannya ke hadapan Allah SWT, maka keperluannya ini akan terpenuhi, dan keperluan yang lain tidak akan datang. Seandainya datang, Allah SWT yang akan menyelesaikannya.

Kabsyah R. A. berkata bahwa Rasulullah SAW menyebutkan beberapa perkara dengan bersumpah. Salah satu di antaranya adalah, "Barangsiapa yang membuka pintu meminta-minta kepada manusia, Allah SWT akan membukakan pintu kefakiran kepadanya." Juga terdapat hadits yang lain bahwa Rasulullah SAW bersabda dengan bersumpah seperti di atas yang diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Auf R.A. Inilah sebabnya orang yang mengemis dari pintu ke pintu selalu dalam keadaan miskin dan sempit.

Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan, "Barangsiapa yang mengadukan kelaparannya dan keperluannya kepada Allah SWT, Allah SWT akan menghilangkan kefakirannya dengan cepat, yaitu dengan kematian yang cepat atau datangnya kekayaan dengan cepat." Cepatnya kematian mempunyai dua pengertian. Yang pertama, jika waktuya telah dekat, maka Allah SWT akan mematikannya sebelum ia menanggung musibah yang berupa kelaparan. Kedua, matinya seseorang menjadi sebab ia menjadi kaya. Misalnya ia mendapatkan bagian yang sangat banyak dari harta warisan seseorang, atau ada seseorang ketika hendak mati berwasiat supaya sebagian dari hartanya diberikan kepada si Fulan.

Banyak kisah semacam ini dan tampak di depan mata. Di Makkah, sebagian orang yang hendak meninggal dunia berwasiat supaya hartanya dijual kemudian uangnya dikirimkan kepada seseorang yang bernama Fulan, yang tinggal di sebuah kota di India.

Kurdi adalah nama sebuah kabilah. Di sana terdapat seorang perampok yang terkenal. Ia menceritakan sendiri kisahnya:
Ketika saya sedang berjalan bersama teman-teman saya untuk merampok, pada saat dalam perjalanan kami duduk di sebuah tempat. Di sana kami lihat ada tiga pohon kurma. Dua pohon berbuah dengan lebatnya, dan yang satu kering. Seekor burung pipit berkali-kali datang mengambil buah kurma yang sudah masak dengan paruhnya dari pohon yang banyak buahnya, kemudian dibawanya ke pohon yang kering itu. Ketika melihat peristiwa itu, kami merasa sangat keheranan. Saya lihat burung itu pulang pergi hingga sepuluh kali untuk mengambil buah kurma dan membawanya ke pohon yang kering itu. Maka timbullah pikiran dalam diri saya untuk melihat apa yang dikerjakan burung pipit itu dengan buah-buah kurma tersebut. Sesampainya saya di atas pohon kurma yang kering itu, di sana saya lihat seekor ular yang buta sedang membuka mulutnya, dan burung pipit itu memasukkan buah kurma yang sudah masak ke dalam mulut ular itu. Setelah melihat kejadian tersebut, saya merasa mendapat pelajaran sehingga saya menangis. Saya berkata, "Tuhanku, ini ular yang diperintahkan oleh Nabi-Mu SAW untuk dibunuh. Karena ia buta, Engkau menugaskan seekor burung pipit untuk menyampaikan rezeki kepadanya, dan aku adalah hamba-Mu, orang yang telah berikrar mentauhidkan-Mu. Engkau telah menjadikan aku sebagai orang yang merampok harta orang lain." Pada saat itu terasa dalam hatiku bahwa telah terbuka untukku pintu taubat. Pada saat itu juga saya mematahkan pedang saya yang selalu aku gunakan untuk merampok. Lalu saya menjerit mengucapkan, "Ampunilah aku, ampunilah aku." sambil menaburkan debu di atas kepala saya. Lalu saya mendengar suara ghaib, 'Kami telah mengampunimu, Kami telah mengampunimu.' Dan ketika saya menghampiri teman-teman saya, mereka bertanya, 'Apakah yang telah terjadi pada dirimu?' Saya menjawab, 'Dahulu aku memutuskan hubungan dengan Allah swt., sekarang aku telah berdamai dengan-Nya.' Setelah mengucapkan perkataan tersebut, saya menceritakan semua kisah yang telah saya alami, sehingga mereka berkata, 'Kami juga berdamai dengan Allah SWT' Setelah itu mereka mematahkan pedang masing-masing, dan semua hasil rampokan kami tinggalkan, setelah itu kami membeli pakaian ihram, lalu kami berangkat ke Makkah. Setelah tiga hari tiga malam, sampailah kami di sebuah desa. Di sana kami bertemu dengan seorang wanita tua yang sudah buta matanya. Kemudian, sambil menyebut nama saya ia bertanya, 'Adakah di antara kalian orang Kurdi yang bernama Fulan?' Teman-teman saya menjawab, 'Ya, ada.' Lalu wanita itu mengeluarkan beberapa lembar pakaian dan berkata, 'Anakku sudah tiga hari meninggal dunia, ia meninggalkan pakaian-pakaian ini. Sejak tiga hari itu pula aku bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW, beliau bersabda, 'Berikanlah pakaian anakmu itu kepada si Fulan dari kabilah Kurdi.' Kemudian saya mengambil pakaian-pakaian tersebut, dan selanjutnya kami semua memakainya." (Kitab Raudh).

Dari kisah tersebut terdapat dua pelajaran. Yang pertama adalah tentang rezeki dari Allah SWT untuk seekor ular yang buta. Kedua, pemberian pakaian dari Rasulullah SAW. Jika Allah SWT berkehendak untuk menolong seseorang, tidaklah sulit bagi Dia untuk menciptakan sebab-sebab pertolongan itu. Dialah Yang menciptakan penyebab kekayaan dan penyebab kefakiran. Dengan keberkahan taubat yang sungguh-sungguh, pemberian pakaian oleh Rasulullah SAW merupakan sesuatu yang patut dibanggakan. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Ibnu Abbas R. Huma. meriwayatkan sabda Nabi SWA, "Barangsiapa yang kelaparan atau ditimpa kemiskinan, sedangkan ia menyembunyikan hajat dan keperluannya dari orang lain, maka menjadi hak Allah SWT untuk menjamin rezeki yang halal selama satu tahun." (Kitab Misykat).

Dalam sebuah hadits disebutkan, "Barangsiapa yang mengalami kelaparan atau ditimpa kemiskinan, sedangkan ia menyembunyikan hajat dan keperluannya dari orang lain, dan ia hanya meminta kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan membukakan untuknya pintu rezeki yang halal selama satu tahun." (Kanzul-'Ummal).

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang meminta kekayaan kepada Allah SWT, Allah SWT akan memberikan kepadanya kekayaan. Dan barangsiapa meminta kesucian dari sesuatu yang tidak baik kepada Allah, maka Allah SWT akan memberikannya. Dan tangan di atas (orang yang memberi) itu lebih baik dari tangan yang di bawah (orang yang meminta). Tidak seorang pun yang membuka pintu meminta-minta, kecuali Allah SWT akan membukakan baginya pintu kefakiran."

Ketika Ali Karramallahu Wajhah mendengar suara seseorang di Padang Arafah yang sedang meminta-minta kepada orang-orang, ia memukulnya dengan tongkat, lalu bekata, "Pada hari seperti ini, di tempat seperti ini, kamu meminta-minta kepada selain Allah SWT."

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa "Barangsiapa yang membuka pintu meminta-minta, Allah SWT akan membukakan baginya pintu kefakiran di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa membuka pintu pemberian karena Allah SWT, maka Allah SWT akan membukakan baginya pintu kebaikan di dunia dan akhirat." 

Dalam hadits yang lain disebutkan, “Barangsiapa yang membuka pintu meminta-minta, Allah SWT akan membukakan baginya pintu kefakiran. Seseorang yang membawa tali lalu mengumpulkan kayu bakar dan mengikatnya kemudian menggendongnya dan menjualnya, dan dengan hasil penjualan itu ia memenuhi keperluan hidupnya, itu lebih baik daripada meminta-minta, baik ia mendapatkan pemberian atau tidak." 

Dan dalam sebuah hadits yang lain disebutkan, "Barangsiapa yang membuka pintu pemberian dengan cara sedekah atau silaturahmi, maka Allah SWT akan memperbanyak baginya (yakni hartanya akan bertambah). Dan barangsiapa yang membuka pintu meminta-minta dengan niat untuk memperbanyak hartanya, kekurangannya akan semakin bertambah, yakni keperluannya akan terus meningkat, dan penghasilannya tidak akan bertambah." 

Imran bin Husain R.A. meriwayatkan sabda Nabi SAW, "Barangsiapa menghadap Allah SWT dengan sungguh-sungguh, Allah SWT akan menanggung semua keperluannya, dan Allah akan memberikan rezeki yang tidak ia sangka-sangka. Dan barangsiapa yang hanya sibuk dengan dunia, maka Allah SWT akan menyerahkan orang itu kepada dunia (yakni Allah SWT akan memberinya sesuai dengan jerih payahnya)."

Abu Dzar R.A berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Aku berwasiat kepadamu supaya bertakwa kepada Allah ketika sendirian dan ketika di tengah-tengah orang banyak. Jika kamu telah melakukan dosa, maka (untuk menebusnya) kerjakanlah kebaikan. Janganlah meminta-minta kepada seorang pun. Janganlah kamu khianati amanah seseorang. Jangan menjadi hakim di antara dua orang karena ini pekerjaan yang sangat penting, tidak setiap orang mampu melakukannya)."

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang rela dengan yang sedikit, merasa cukup, serta bertawakkal kepada Allah SWT, maka ia tidak akan merasa gelisah dalam mencari rezeki." 

Dalam hadits yang lain disebutkan bahwa "Barangsiapa ingin menjadi orang yang paling kuat, hendaknya bertawakkal kepada Allah SWT. Dan barangsiapa ingin menjadi orang yang paling kaya, hendaknya ia lebih percaya kepada apa yang ada di sisi Allah SWT daripada apa yang ada di sisinya. Barang siapa ingin menjadi orang yang paling mulia, hendaknya bertakwa kepada Allah SWT"


Wahab Rah. A. menukilkan firman Allah SWT, "Ketika hamba-Ku bertawakkal kepada-Ku, seandainya bumi dan langit semuanya bersatu untuk memperdayakannya, maka Aku akan memberikan jalan keluar kepadanya."

Ibnu Abbas R. Huma. berkata bahwa Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Isa A.S., "Bertawakkallah kepada-Ku, maka Aku akan menanggung semua kepeluanmu. Jangan jadikan selain Aku sebagai penolongmu, supaya Aku tidak membiarkanmu."

Dalam banyak hadits disebutkan bahwa anak laki-laki Auf bin Malik R. A. telah ditawan oleh orang-orang kafir dan dibiarkan kelaparan. Kemudian ia diikat denga tali yang terbuat dari kulit dan disiksa dengan kerasnya. Maka ia mengirim kabar kepada ayahnya dengan suatu cara, mengenai keadaannya, dengan tujuan supaya ayahnya memintakan doa kepada Rasulullah SAW untuk dirinya. Setelah Rasulullah SAW mengetahuinya, beliau bersabda, "Sampaikanlah pesan ini kepadanya: Takutlah kepada Allah SWT, dan bertawakkallah kepada-Nya, setiap pagi dan sore bacalah ayat ini:
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah, 'Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia, hanya kepada-Nya aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung.' (Q.s. At-Taubah: 128-129).

Setelah pesan ini sampai kepadanya, ia pun mulai membaca ayat tersebut. Pada suatu hari, tali-tali yang mengikat dirinya terputus dengan sendirinya. Setelah terlepas dari tahanan orang-orang kafir, ia berlari pulang dan membawa serta beberapa hewan orang kafir. Ibnu Abbas R. Huma  berkata, "Barangsiapa yang takut kepada kezhaliman seorang raja, kepada binatang buas, atau takut tenggelam di laut, maka bacalah ayat di atas, insya Allah ia tidak akan ditimpa musibah. Dalam sebuah hadits yang lain juga terdapat perintah supaya memperbanyak membaca:
"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah SWT, Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan memberikan rezeki dari jalan yang tidak ia sangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah SWT, niscaya Dia akan mencukupinya." ~Ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang dialami anak laki-laki Auf bin Malik R. A.~
Seorang 'alim berkata,
 "Saya beserta seorang teman saya tinggal di sebuah gunung. Kami sibuk beribadah setiap saat. Makanan teman saya hanyalah rerumputan. Untuk keperluan makan saya, Allah SWT telah menyediakan seekor rusa betina yang selalu datang kepada saya setiap hari, dan setelah mendekatkan diri kepada saya, ia akan berdiri sambil membuka kedua kakinya, lalu saya meminum susunya. Setelah selesai, rusa itu segera pergi. Peristiwa ini berlangsung cukup lama. Tempat teman saya di bukit itu jauh dari tempat saya. Pada suatu hari, ia datang kepada saya dan berkata, 'Ada satu kafilah/rombongan yang berhenti di dekat tempat ini, marilah kita pergi kepada orang-orang di kafilah itu. Di sana mungkin kita akan mendapatkan susu dan bahan-bahan makanan yang lain.' Pada mulanya saya menolaknya, akan tetapi setelah ia memaksa saya, saya pun pergi bersamanya. Maka sampailah kami berdua ke tempat kafilah tersebut, kemudian mereka memberi makan kepada kami. Setelah selesai makan, kami pulang ke tempat masing-masing. Setelah itu, saya selalu menunggu kedatangan rusa betina itu pada saat-saat ia biasa datang, tapi ternyata ia tidak datang. Setelah menunggu beberapa hari, sadarlah saya bahwa karena dosa mengharap makanan dari kafilah tersebut, sehingga pintu rezeki saya telah ditutup."


Penyusun kitab Raudh berkata bahwa secara lahiriah, wali tersebut telah melakukan tiga dosa, yakni:
  1. Ia telah meninggalkan tawakkal yang selama ini telah dijalaninya.
  2. Ia bersikap tamak, tidak merasa cukup dengan rezeki yang telah diterimanya yang karenanya ia tidak perlu bersusah-payah. 
  3. Ia memakan makanan yang tidak halal, sehingga ia terjauh dari rezeki yang halal.

Kisah semacam ini mengandung pelajaran yang besar. Kadang-kadang, karena ketamakan kita sendiri, kita terjauh dari nikmat-nikmatnya Allah SWT. Dilihat secara lahiriah, dengan meminta-minta kita akan mendapatkan sesuatu. Akan tetapi karena meminta-minta itu merupakan perbuatan yang buruk, kita akan terjauh dari nikmat-nikmat Allah yang sesungguhnya akan kita dapatkan tanpa mencarinya dan tanpa meminta.

Imam Ahmad bin Hanbal Rah. A berdoa:
"Ya Allah, sebagaimana Engkau telah menjaga wajahku agar tidak bersujud kepada selain-Mu, begitu juga jagalah lisanku dari meminta-minta kepada selain Engkau."
Category: 0 Komentar

Nasehat Maulana Ilyas Rah. A

Syekh Maulana Ilyas rah.a katakan :
  • "Yang saya khawatirkan nanti akan terjadi dimana orang itu seperti usaha agama, namun disisi Allah tidak sedang usaha agama." Mengapa bisa begitu? Ini karena maksud usaha agama ini bagaimana diri kita ini sifatnya tambah baik, yakinnya tambah kuat, ketaatannya pada Allah Swt meningkat, kecintaannya kepada sunnah semakin bertambah, sholatnya makin khusyu, ilmunya semakin bertambah, inilah maksud usaha agama. Tapi hari ini orang usaha agama hanya untuk orang lain saja bukan untuk diri sendiri. Inilah yang dimaksud kita disisi manusia terlihat seperti usaha agama tetapi disisi Allah bukan sedang usaha agama.
  • “Siapa saja yang ikut kerja dakwah tetapi tidak yakin Allah akan menolong dia berarti orang ini adalah orang yang fasik.” Allah akan tolong kita seperti Allah telah tolong sahabat RA dan para Nabi AS. Siapa saja yang mengisi hatinya dengan Amal Agama, maka Allah akan masukkan cahaya ke dalam hatinya sehingga ia dapat melihat dengan cahaya Allah. Umar RA pernah berkata, “Hati-hati dengan firasat orang beriman.
  • "Hakikat usaha ini adalah satu perjuangan yang sangat besar,sayangnya ramai orang yang masih belum memahami hakikatnya"

Kata Maulana Ilyas harus ada niat "Seluruh hidup, seluruh harta, seluruh diri untuk Allah SWT."
Supaya Allah SWT tetapkan hidayah dalam diri kita:
  1. Jangan lihat keburukan orang lain dan lelaki/wanita yang bukan muhrim.
  2. Untuk Ishlah, Semua perintah Allah swt anggaplah belum tahu dan beru mendengar.
  3. Ada fikir, ada risau seperti Rasulullah SAW. (Bagaimana umat sekarang, bagaimana amalan Rasulullah SAW hidup di seluruh alam, bagaimana usaha nabi hidup di seluruh alam). Untuk dapatkan ini hendaklah maksud Nabi menjadi maksud hidup kita.
  4. Kita hidup untuk Da`wah, Da`wah sampai mati, Mati dalam Da`wah.

Nasehat Maulana Muhammad Ilyas Rah. A:
  • Cara menyelesaikan berbagai masalah, baik masalah pribadi, masalah umat, maupun masalah politik adalah dengan Dakwah dan Usaha Agama, berdasarkan satu fikir. Cara-cara yang ditempuh di luar usaha agama nampaknya saja dapat memberikan hasil dan keuntungan dengan segera, sekalipun hanya dengan pengorbanan yang sedikit. Dalam pada itu, usaha agama menghendaki pengorbanan yang besar sedangkan keuntungannya tidak segera dapat dilihat. Itulah sebabnya mengapa orang-orang menjauh dari usaha agama. Demikian pula orang-orang yang terlalu tergesa-gesa dalam menarik kesimpulan ketika melihat orang-orang yang “tidak produktif” seperti kita atau ketika melihat asas usaha dakwah kita. Namun ternyata mereka tidak mampu melihat hakikatnya, yakni tidak mampu memahami hakikat syariah.
Maulana Ilyas Rah. A berkata terdapat dua golongan orang yang membuat usaha usaha agama:
  1. Mereka yang keluar di jalan Allah untuk menyelesaikan masalah hutang/sakit/kesusahan. Orang yang seperti ini tidak akan istiqamah.
  2. Mereka yang keluar di jalan Allah (kerana menganggap) itu adalah perintah Allah Ta'ala. Orang seperti ini akan istiqamah dalam membuat kerja dan akan mendapat tarbiyyah dan maju (dalam usaha agama).

Maulana ilyas katakan:
  • "Bahkan dalam saat minum teh pun kita mesti bertanya keadaan ahli keluarga kita, agar tidak ada satupun ahli keluarga yang terlibat kesia-siaan, jangan hidup seperti yahudi dan nasrani yang tidak mempunyai tertib"
  • "Permisalan keadaan ummat ini hari ibarat seseorang yang memiliki mata tetapi buta, memiliki telinga tetapi tak mndengar(peka) yang berjalan menuju jurang."
  • "Musyawarah adalah suatu perkara yang besar. Allah berjanji apabila kalian duduk bermusyawarah dan bertawakal kepada Allah Ta'ala maka sebelum kalian berdiri, kalian mendapat taufik ke jalan yang lurus. Dan Rasulullah Shallallahu'alaihi Wa Sallam bersabda 'Barangsiapa yang hendak mengerjakan suatu urusan, lalu ia bermusyawarah dangan seorang muslim, niscaya Allah Ta'ala akan membrinya taufik kepada urusan yang paling benar dan paling baik untuknya' (Hr.Thabrani)."
  • Ilmu Fadhail memiliki derajat satu tingkat di atas Masail karena dengan fadhail orang tergerak ingin beramal dan pada saat yang sama mereka akan belajar masail tentang amalan tersebut.Ilmu Masail ibarat ban depan mengemudikan arah yang benar, sedangkan ilmu fadhail adalah ban belakang.
Syaikh Ilyas ditanya seseorang. "Kerja yang kamu buat sekarang ini banyak melalaikan hak makhluk, bagaimana ini?" Dijawab, "Betul, saya akui kerja yang saya galakan sekarang ini banyak mengurangi hak makhluk, tapi dengan seorang mengambil usaha ini dengan sebab usahanya banyak orang-orang yang dahulunya melalaikan hak makhluk setelah mendapat hidayah dia menjadi orang-orang yang menunaikan hak makhluk."

Beberapa orang datang ke Syaikh Maulana Ilyas Rah. A, mereka berkata kepada Maulana Ilyas, "Syaikh antum ini wali." Ini asbab hebatnya kerja dan gerak beliau dalam Dakwah. Namun apa kata Maulana Ilyas Rah. A, "Bukan, saya ini bukan wali, tetapi yang wali itu adalah kerja dakwah ini." Jadi Maulana Ilyas tidak ingin membawa umat ini kepada pengkultusan, tetapi lebih ingin mengarahkan umat ini kepada kerja dakwah. Kita tidak menafikan adanya orang-orang tertentu yang mempunyai level kedekatan dengan Allah seperti para Aulia, tetapi ini sedikit sekali, tidak semua orang bisa mencapai level ketaatan seperti itu. Itulah namanya orang-orang pilihan Allah. Namun untuk yang secara umum agar umat ini dapat menjadi dekat dengan Allah, maka Allah berikan ummat ini kerja dakwah yang bisa membuat ummat ini diwalikan semua oleh Allah Swt. Di dalam tarekat-tarekat, mereka mempunyai mursyid yang mempunyai kelebihan-kelebihan tersendiri dalam doa. Namun dalam kerja dakwah ini tidak ada yang seperti itu, yang paling utama dalam kerja dakwah ini adalah kerja itu sendiri.

Maulana Ilyas Rah. A ditanya oleh anaknya yaitu Maulana Yusuf Rah. A: “Ya ayahanda! Kenapa ayah buat jamaah lagi padahal sudah banyak fiqroh-fiqroh bermacam jamaah dalam islam ?” Syech Ilyas Rah.a katakana: "Wahai anakku, hari ini amalan Rasululloh SAW telah banyak dikerjakan oleh ummat islam wujud di mana-mana dalam jamaah, tetapi maksud hidup Rasululloh SAW telah hilang dari ummat sehingga amalan ummat tidak mencapai hakekat amal. Mereka sholat yang seharusnya mampu mencegah fasya’ dan mungkar tak dapat wujud. Puasa yang seharusnya menghasilkan ketakwaan tak berhasil. Zakat yang seharusnya menghilangkan cinta dunia, malahan menjadikan orang semakin cinta dunia. Haji yang seharusnya mendatangkan kecintaan kepada Allah SWT justru orang semakin mencintai makhluq."

Maksud ittiba’ Nabi SAW adalah mengikuti kepada dua perkara :
  1. Amalan Rasulullah SAW
  2. Maksud hidup Rasulullah SAW
Tahapan Maulana Ilyas dalam merintis dakwah :
  1. Membayar orang untuk lakukan dakwah (Tidak ada hasil).
  2. Membangun 250 madrasah (Tidak ada hasil).
  3. Menganjurkan santrinya berpuasa/menahan lapar dan berdoa (BERHASIL, hingga asbab munajad Maulana sambil lapar siapa yang hadir di Masjid bliau di Banglawali tidak akan kelaparan)
  4. Maulana amalkan bayan subuh setiap hari 3 jam dengan berdiri dan tdk tidur melebihi 4 jam, serta doa minta diwafatkan ketika berdakwah (BERHASIL, usaha dakwah ini berkembang ke seluruh dunia hingga kini dan sampai kiamat).
Hanya dengan PENGORBANAN dakwah akan BERHASIL

Maulana Muhammad Ilyas Rah. A berkata: "1/100 pun saya tidak mampu untuk menyampaikan hakekat kerja ini kepada manusia dan 1/100 dari apa yang telah saya sampaikn pun tiada seorang pun yang memahaminya." Seandainya Syaikh Ilyas telah menyatakan ketidak sanggupan beliau walaupun 1/100 atas kerja ini, lalu dimanakah derajat kepahaman kita?"

Maulana Ilyas, setelah sorenya memberikan bayan Maghrib, tengah malam beliau membersihkan tandas dan membuang kotoran manusia yang pada jaman itu kotoran manusia dikumpulkan bukan safety tank dan harus dibuang setiap hari.

Maulana Ilyas pernah berkata, ada 2 (dua) orang yang terkebelakang dari usaha ini:
  1. Niat untuk mengishlah orang lain.
  2. Mau mengishlah kerja ini.
Suatu ketika Maulana Ilyas rah telah melihat seorang penarik beca singgah di masjid untuk qadar hajat. Maulana beranggapan dia akan dapat berjumpa lagi dengan orang tersebut. Dia sempat mengerjakan solat sunnat dua rakaat, selepas selesai Maulana pergi melihat orang tersebut namun sudah tidak kelihatan. Maulana menanggis dan terus menanggis. Semasa diakhir hayat maulana, maulana sempat menanggis dan menceritakan peristiwa ini. Dia menyesal dengan dua rakaat solat sunnat dia gagal memberikan dakwah pada orang tersebut. Kata Maulana Umar Palampuri "Jikalau kita mendapat peluang untuk buat dakwah jangan lah kita tangguhkan. Mungkin dimasa itu Allah taala telah buat keputusan untuk hidayah seluruh alam."



"Cari lah ilmu yang dengannya kita tambah tahu tentang Kebodohan Kita. Sehingga kita akan merasa kurang dan kita terus belajar, apa lagi dalam Perkara Agama. Sehingga jauh dari sifat sombong." (KH Uzairon, Perkataan Maulana Ilyas rah.a)

Pada suatu peristiwa, Hadradji Ilyas Rah telah bertanya kepada orang Mewat Samada mereka faham apa yang diperkatakan olehnya didalam bayan, orang-orang Mewat menjawab, "Ya kami faham." Saat ditanya, "Apa yang kamu faham?" Jawab mereka, "Tuan hendak kami keluar ke jalan Allah SWT, kami sedia keluar serkarang juga."

DoCoMo

Category: 0 Komentar

Membuat List

Berikut Ini adalah contoh List Sederhana tanpa tambahan/variasi script css.

Big Brother

Tulisan ini saya dapat dari Grup Kargozari Dakwah yang di posting oleh Ipu Ismail, Telah saya ubah ke bahasa Indonesia supaya mudah di mengerti, untuk bahasa asli dalam posting Ipu Ismail (bahasa melayu) telah saya sertakan dibawah. Semoga bermanfaat.



Ghast Jemaah Afrika Selatan Di Ghana,
KARGOZARI JEMAAH AFRIKA SELATAN

Satu jamaah Afrika Selatan telah berdakwah di Ghana, saperti biasa bila jamaah sampai mereka akan khususi semua orang Islam termasuk orang-orang yang berpengaruh. Maka orang tempatan sarankan untuk menemui satu orang yang paling berpengaruh dan ditakuti di kawasan itu, seorang pemimpin pemberontak bernama BIG BROTHER (BB), tapi tidak ada yang mau. Amir Jamaah tetap ingin bertemu orang tersebut dan setelah bermesyuwarah telah diputuskan dua orang jemaah dan rahaba untuk jumpa BB.

Kemudian setelah sholat Asar, mereka yang diputuskan pun pergi dengan penuh tawajud kepada Allah SWT dan mereka pun sampai ke kediaman BB, rumah yang besar seperti istana.

Ada pengawal lengkap dengan senjata mesin di dada masing-masing. Jemaah menghampiri mereka dan menyatakan untuk berjumpa dengan BB. Setelah ditanya alasan mereka ingin bertemu dan setelah memberitahu maksud kedatangan jemaah dari Afrika Selatan mengunjungi BB, mereka (jamaah) dilarang untuk menemui BB.

Alhamdulillah, saat itu ada sebuah mobil hendak keluar dari kediaman BB tersebut. Mungkin terlihat jemaah yang bersurban dan berjubah, mobil tadi berhenti dan keluar seseorang dari mobil tersebut dan menghampiri jemaah dan bertanya apa yang sedang terjadi. Ia memperkenalkan diri, ia asalah sepupu BB maka ia memberi izin jemaah untuk berjumpa dengan BB.

Maka jemaah pun masuk ke istana BB yang besar dan megah, mereka dibawa oleh pengawal ke bilik BB di bagian belakang istana tersebut sebuah bilik kecil dan ada beberapa peralatan serta mini-bar di satu sudut. Mereka dipersilakan duduk sementara menunggu BB datang. Alangkah terkejutnya jemaah ini saat melihat BB. Bukan hanya nama Big Brother tapi memang benar-benar BIG BROTHER!!!

Orangnya tinggi, muka serta matanya memang BESAR malah semua badannya memang besar dan nampak bertato di badan. Kemudian duduk depan jamaah meletakkan pistolnya diatas meja di depan jamaah tanpa berbicara apa pun. Saat jamaah memberi salam pun tak dijawab. Jamaah ini pun gementar juga tapi di hati mereka tak putus-putus tetap berzikir kepada Allah SWT.

Kemudian mereka memperkenalkan diri dan sedikit takruf, tapi BB masih membatu tak bicara apa-apa. Perlahan-lahan jamaah ini mulakan dakwah atas iman, kebesaran Allah SWT, akhirat dan seterusnya. Setelah memberikan bayan, pengawal peribadi BB minta jemaah ini berhenti dan meminta mereka pergi secepat mungkin. Tiba-tiba BB mula menunjukan reaksi dengan mengangkatkan isyarat jari di mulutnya supaya pengawalnya diam. Saat terlihat reaksi tersebut jamaah ini cepat-cepat tasykil BB untuk datang ke masjid sekarang juga.

BB setuju untuk ke masjid dan kelang-kabut pengawal-pengawal menyediakan kenderaan untuk BB ke masjid. Sebanyak tujuh kendaraan telah tersedia. Sampai dimesjid anak-anak yang melihat kenderaan BB pergi ke arah masjid maka berita telah tersebar mengenai BB telah pergi ke mesjid.

Saat mengetahui tersebarnya cerita BB ke masjid orang-orang mulai berbondong-bondong ke masjid hendak melihat peristiwa ‘aneh’ itu. Di masjid Amir Jamaah sambut BB dengan sedikit ikram hidangan makanan dan minuman dan jemaah istiqbal sediakan satu tempat untuk BB letakkan senjata senjatanya seterusnya Amir Jamaah mulakan dakwah kepada BB. Saat hampir magrib pengawal memberitahu tiba waktunya untuk BB pulang dan Amir jamaah terus saja tasykil untuk solat maghrib. BB sedia dan memerintahkan pengawalnya ambil semua senjata dan semua yang dia lepaskan tadi untuk bawa pulang keistananya.

Kemudian BB ini melihat jamaah memakaiakai peci dan jubah, BB pun minta pakaian seperti jamaah Afrika Selatan itu. Kebingungan juga jamaah mencari satu baju seukuran badan BB, tapi Alhamdulilllah akhirnya dapat. Orang-orang ramai dan semakin ramai, tua muda di pintu tingkat mesjid menyaksikan BB dan jamaah.

Saat sholat magrib, BB sholat dibelakang imam, imam membaca surat yang sedikit panjang. Tiba terdengar satu, suara itu mula-mula perlahan tapi makin lama makin jelas tedengar. Tangisan suara BB dan seterusnya menyebabkan seluruh jamaah masjid magrib yang ramai itu turut menangis bersama.

BB menyertai jamaah selama 3 hari.

Keesokkan harinya saat jamaah Afrika Selatan itu tanya apakah ada yang ingin BB khususi, dan BB berkata ada, ayahnya, sudah belasan tahun tak bertemu.

Saat pergi ke rumah ayahnya, saat melihat BB ayahnya agak terkejut melihat perubahan BB, namun dia masih tak mau menerima BB sebagai anaknya sejak dulu mungkin karena kegiatannya BB sebagai pemberontak. Tetapi akhirnya setelah beberapa lama berbicara dengan ayahnya akhir ia dipeluk ayahnya dan seterusnya ayahnya memeluk setiap jamaah yang menyertai BB.

Selepas 3 hari jamaah minta tangguh dan BB azam keluar 40 hari.

Kemudian telah diterima berita bahwa ia telah keluar 40 hari dan 4 bilan ke IPB. Setelah beberapa lama, satu hari jemaah yang berdakwah di Ghana itu menerima telegram yang menyedihkan, yang menyatakan bahwa BB telah meninggal dunia ketika sedang berzikir, berita ini mebuat mereka semua menangis.

Saat ditanya siapa nama BB sebenarnya, tiada seorang pun yang tahu. Hanya tahu namanya ‘Big Brother’.
Semoga Allah SWT menerima taubat dan usaha dan amalan Big Brother.
Amin...

Berikut Teks Assli dari Grup Kargozari Dakwah:
Teks Asli

Ghast Jemaah South Africa Di Ghana Alhamdulillah
KARKUZARI JEMAAH SOUTH AFRICA

Satu jemaah South Africa buat usaha di Ghana , saperti biasa bila jemaah sampai mereka akan buat khususi semua orang Islam termasuk orang2 yang berpengaruh. Maka orang ada tempatan syorkan jumpa satu orang yg paling berpengaruh dan ditakuti di kawasan tu, seorang ketua pemberontak bernama BIG BROTHER , tapi tiada yang mahu bawak jumpa. Amir Saheb tetap mau jumpa orang tersebut dan setelah bermesyuarat telah diputuskan 2 orang jemaah dan rahaba untuk jumpa BB.

Kemudian lepas solat Asar setelah doa,mereka yg diputuskan pun pergilah dengan penuh tawajud kepada Allah SWT dan mereka pun sampai ke kediaman BB ni, rumah yang besar macam istana dan berpagar.

Ada pengawal lengkap dengan senjata mesingan di dada masing2. Jemaah menghampiri mereka ni dan menyatakan untuk berjumpa dengan BB. Setelah ditanya kenapa nak jumpa dan setelah memberitahu maksud kedatangan jemaah datang dari South Africa menziarahi BB,mereka telah di larang untuk berjumpa.

Alhamdulillah, ketika itu juga ada sebuah kereta hendak keluar dari kediaman BB tersebut. Mungkin terlihat jemaah yang berserban dan berjubah, kereta tadi telah berhenti dan keluar seorang dari kereta tersebut dan menghampiri jemaah dan bertanya apa buat disini. Memperkenalkan dirinya iatu sepupu BB maka ia memberi kebenaran untuk jemaah untuk berjumpa dengan BB.

Maka jemaah pun masuk keistana BB yg besar tersergam dan terus dibawa oleh pengawal ke bilik BB dibahagian belakang istana tersebut kawasan bilik kecil dan ada beberapa peralatan serta mini-bar di satu sudut. Mereka dipersilakan duduk sementara menunggu BB datang. Alangkah terperanjatnya jemaah ni

bila melihat sahaja BB ni…!!!!! Bukan hanya nama Big Brother tapi memang BIG BROTHER betul betul punya ..!!!

Orangnya dekat 7 atau 8 kaki tinggi, muka serta matanya memang BESAR malah serba serbi memang besar dan nampak bertatu di badan. Dan terus duduk depan jemaah meletakkan pistolnya atas meja didepan jemaah tanpa bercakap apa2 pun dan bila jemaah bagi salam pun tak dijawab. Jemaah ni pun gementar jugak tapi dihati mereka tak putus putus tetap berzikir kepada Allah SWT.

Kemudian mereka memperkenalkan diri dan sedikit takruf tapi… BB masih membatu tak cakap apa2.

Perlahan2 jemaah ni mulakan dakwahkan iman,kebesaran Allah SWT ,akhirat dan seterusnya …….

Setelah agak lama memberikan bayan, pengawal peribadi BB minta jemaah ni berhenti dan mintak beransur secepat mungkin. Tiba2 …. BB mula tunjuk reaksi dengan mengangkatkan isyarat jari dimulutnya supaya diam…. Bila nampak je reaksi tersebut jemaah ni cepat cepat terus tasykil BB untuk datang ke mesjid sekarang jugak.

BB bersetuju untuk kemesjid dan kelam kalibut pegawal2 menyediakan kenderaan untuk BB kemesjid. Sebanyak 7 buah telah tersedia … terus kemesjid. Sampai dimesjid kanak2 yang nampak kenderaan BB pergi ke arah mesjid maka terus menghebuhkan keseluruh pekan tu mengenai BB telah pergi ke mesjid.

Bila tersebar sahaja cerita BB kemesjid orang ramai mula berpusu pusu kemesjid hendak melihat peristiwa ‘aneh’ tu.

Di mesjid Amir Saheb sambut BB dengan sedikit ikram hidangan makanan dan minuman dan jemaah istiqbal sediakan satu bekas untuk BB letakkan senjata senjatanya seterusnya Amer Saheb mulakan dakwah kepada BB. Bila hampir maghrib pengawal beritahu tiba masanya untuk BB balik dan Amir Saheb jemaah terus je tasykil untuk solat maghrib. BB sedia dan suruh pengawalnya ambil semua senjata dan apa2 yang ditanggalkan dari dirinya untuk bawa balik keistananya.

Kemudian BB ni tengok jemaah pakai kopiah dan jubah mintak pakaian macam jemaah SA tu. Kalam kabut pulak jemaah nak cari satu bandar saiz macam BB tu tapi Alhamdulilllah akhirnya jumpa. Orang ramai dah semakin ramai, tua muda berpusu pusu kat pintu tingkap mesjid menyaksikan BB dan jemaah.

Bila solat maghrib, BB solat belakang imam, imam baca surah panjang sikit … tiba2 terdengar satu suara mula mula perlahan tapi makin lama makin jelas kedengaran …. tangisan suara BB dan seterusnya menyebabkan seluruh jemaah mesjid maghrib yg ramai tu turut menangis bersama ….

BB duduk 3 hari dengan jemaah.

Keesokkan hari nya bila jemaah SA tu tanya ada sesiapa ke BB nak khususi, dan kata ada .. bapanya, dah berbelas tahun tak jumpa.
Bila pergi rumah bapanya bila melihat BB dia agak terperanjat melihat perubahan BB, namun dia masih tak mahu menerima nya sebagai anaknya sejak dulu lagi kerana mungkin sbb kegiatannya itu. Tetapi akhirnya sesudah beberapa bercakap lama dengan bapanya akhir ia dipeluk bapanya dan seterusnya bapanya memeluk setiap ahli jemaah yang bersama2 dengan BB.

Selepas 3H jemaah minta tangguh dan BB azam keluar 40H …. Kemudian terima berita ia telah

keluar 40H dan seterus 4B ke IPB. Selepas beberapa lama, satu hari jemaah yang berusaha di Ghana tu menerima telegram yang menyedihkan yang BB telah meninggal dunia ketika sedang berzikir … menyebabkan mereka2 semua menangis ….

Bila ditanya siapa nama BB sebenarnya , tiada siapa pun tau hanya tahu namanya ‘Big Brother’ ..

Semoga Allah SWT menerima taubat dan usaha dan amalannya.. Big Brother
Amin

Bayan di Hadapan Seluruh Ulama India

Kisah Orang Lama Mewat Saat Bayan Di Hadapan Seluruh Ulama India

Kisah ini terjadi pada ijtima’ Bhopal – India pada tahun 1940-an. Maulana Muhammad Ilyas Khandahlawi (Amir jamaah pada saat itu) telah memutuskan seorang (meiji) yang buat usaha dakwah dari mewat untuk bayan maghrib saat ijtima’ tersebut.

Seseorang yang telah ditunjuk tadi menjumpai kembali Maulana Ilyas dan memberitahu bahwa beliau tidak bersedia dengan alasan beliau adalah orang awam, sedangkan orang yang duduk di dalam majlis adalah ulama-ulama dari seluruh India. Maulana Ilyas berkata, “Ini pilihan Allah, kerjakan karena Allah..”.

Maka selepas sholat Maghrib, beliau sholat hajat dua rakaat meminta pada Allah agar diberi hidayah dan kalam untuk tunaikan takaza bayan ini. Setelah selesai sholat badan beliau menggigil dan berkeringat. Setelah tiba waktun bayan, beliau duduk di kursi yang disediakan dan beliau menangis tidak tahu apa yang akan diucapkan dihadapan para ulama dari seluruh penjuru India tersebut.

Setelah memuji Allah dan bershalawat ke atas Rasul-Nya, beliau berkata, “Tuan-tuan, kita perhatikan keadaan di dalam sebuah keluarga. Seorang ibu menyuruh anak-anaknya yang terdiri dari kakak dan adik untuk mengangkat gelas yang berisi minuman untuk para tamu ke ruang tamu. Kakak dan adik ini mengangkatnya dan tanpa disengaja sang adik telah menjatuhkan gelas tersebut.

Secara logika, ibu mesti memarahi adik tersebut, AKAN TETAPI, ibu memarahi kakaknya karena tidak mengajarkan dan memberi panduan kepada adiknya cara-cara untuk mengangkat gelas dengan selamat.

Begitulah juga dengan Tuan-tuan, pada hari akhirat kelak Allah SWT akan mencari dahulu para ulama, kerana merekalah yang lebih berilmu dan berpengetahuan. Orang awam yang kurang pengetahuannya akan diadili kemudian. Dan Allah akan murka jika kita (para ulama) tidak menjalankan dakwah.”

Beliau juga berkata, “Tuan-tuan (para ulama), mengajar di tempat pengajian adalah suatu amanah, begitu juga dakwah, ia juga suatu amanah yang diwariskan dari Ambiyaa` Alaihimush-shollatu wassalam. Jika kita, orang yang lebih berpengetahuan tidak membuat dakwah dengan cara Nabi SAW, dari rumah ke rumah, pintu ke pintu, berjumpa setiap saudara kita, bagaimana orang awam akan buat usaha dakwah jika kita tidak mulai dahulu?"

Dan bagaimana kita hendak mengajar jika kefahaman Quran dan Hadits kita kurang karena tidak buat dakwah seperti para Sahabat? Para Sahabat mudah memahami yang dikehendaki Quran dan Hadits asbab pengorbanan dan susah payah mereka untuk agama ini. Begitu juga dengan kita tuan-tuan, Allah tidak akan mencari orang awam yang tidak buat dakwah dahulu dihari akhirat kelak, tetapi Allah mencari kita (ulama) dahulu tuan-tuan!

Pada saat itu semua ulama dari seluruh India yang duduk di dalam majlis menangis terisak-isak tanpa berhenti. Kemudian beliau berkata, “Siapa diantara tuan-tuan (para ulama) yang bersedia untuk tunaikan amanah dakwah ini dengan keluar di jalan Allah berjumpa orang-orang awam untuk sebarkan agama ini?”. Maka hampir seluruh ulama yang duduk didalam majlis berniat dan memberi nama kepada team tasykil, dan selepas ijtima’ semua ulama tersebut telah bertebaran ke seluruh India untuk keluar berdakwah.

Bayan meiji tersebut ringkas, tetapi memberi makna yang mendalam dan menusuk kalbu hati para ulama yang duduk didalam majelis.

Semoga Allah beri kita peluang dan hidayah untuk kita ambil i’tibar untuk amalkan dan sampaikan

Insya Allah tuan-tuan.....!
Category: , 2 Komentar

Syaitan Dibelenggu Pada Bulan Ramadhan


Sedikit mudzakarah (saling ingat mengingatkan) tentang makna syaitan dibelenggu di bulan Ramadhan. Karena sering muncul pertanyaan, “Katanya di bulan Ramadhan syaitan dibelenggu, tetapi khoq masih banyak kemaksiatan terjadi di bulan itu yaa?”. Maka diperlukan sebuah penjelasan yg ilmiah disertai dalil-dalil yang ada mengenai hal tersebut. Sekarang, mari kita kaji bersama, tetapi sebelumnya, mari kita simak hadits-hadits yang menjelaskan mengenai hal tersebut agar lebih jelas lagi.

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ
“Apabila datang Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan- syaitan dibelenggu.”

Hadits di atas dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dalam Shahih-nya kitab Ash-Shaum, bab Hal Yuqalu Ramadhan au Syahru Ramadhan no. 1898, 1899. Dikeluarkan pula dalam kitab Bad‘ul Khalqi, bab Shifatu Iblis wa Junuduhu no. 3277. Adapun Al-Imam Muslim rahimahullahu dalam Shahih-nya membawakannya dalam kitab Ash-Shaum, dan diberikan judul babnya oleh Al-Imam An-Nawawi, Fadhlu Syahri Ramadhan no. 2492.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ. وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَ ذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, syaitan- syaitan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 682 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya no. 1682, dihasankan Asy-Syaikh Albani rahimahullahu dalam Al-Misykat no. 1960)

Jika saja kita mau menyimak dua hadits di atas, sudah sangat jelas, bahwa dua hadits tersebut saling menjelaskan dan memberikan pengertian tentang syaitan yang dibelenggu. Tetapi, sebelumnya, marilah kita ketahui dahulu makan syaitan yang sebenarnya. Syaitan itu sifat, berasal dari kata “Syathona-yasythunu”, yang artinya jauh, lawan dari dekat. Maksudnya, ia jauh dari kebenaran dan rahmat Allah. Ada juga yang mengatakan bahwa syaitan berasal dari kata “Syatho-yasythu”, yang artinya hancur atau binasa. Imam al-Azhari rahimahulloh (370 H) berkata, “Pendapat yang pertama adalah pendapat mayoritas ulama’.” (Lihat Kamus Tahdzibul Lughoh dan Lisanul Arob).

Jadi, siapa saja yang jauh dari kebenaran dan rahmat Allah, dialah syaitan tersebut. Dan siapa saja yang mengalami kehancuran dan kebinasaan hidup di dunia dan akhirat karena ketidaktaatannya pada Allah, dialah syaitan. Dari pengertian tersebut, maka kita akan memahami makna yang terkandung di dalam Al Quran :
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوّاً شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوراً ...
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).”
(Al-An’am: 112)

Bagaimana tafsir yang ada tentang ayat di atas?! mari kita simak bersama-sama :

(Dalam ayat ini) Allah menjadikan syaitan dari jenis manusia, seperti halnya syaitan dari jenis jin. Dan hanyalah setiap yang durhaka disebut syaitan, karena akhlak dan perbuatannya menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk yang sejenisnya, dan karena jauhnya dari kebaikan. (Tafsir Ibnu Jarir, 1/49)

Ibnu Katsir menyatakan bahwa syaitan adalah semua yang keluar dari tabiat jenisnya dengan kejelekan (Tafsir Ibnu Katsir, 2/127). Lihat juga Al-Qamus Al-Muhith (hal. 1071). Ibnu Katsir  juga mengutip sebuah hadits dari Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar radhiallahu 'anhu, ia berkata: “Aku datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau berada di masjid. Akupun duduk. Dan beliau menyatakan: “Wahai Abu Dzar apakah kamu sudah shalat?” Aku jawab: “Belum.” Beliau mengatakan: “Bangkit dan shalatlah.” Akupun bangkit dan shalat, lalu aku duduk. Beliau berkata: “Wahai Abu Dzar, berlindunglah kepada Allah dari kejahatan syaitan manusia dan jin.” Abu Dzar berkata: “Wahai Rasulullah, apakah di kalangan manusia ada syaitan?” Beliau menjawab: “Ya.”
Ibnu Katsir menyatakan setelah menyebutkan beberapa sanad hadits ini: “Inilah jalan-jalan (urutan) hadits ini. Dan semua jalan-jalan hadits tersebut menunjukkan kuatnya hadits itu dan keshahihannya.”

Ternyata, syaitan bukan hanya dari kalangan makhluq yang ghaib, yang tidak tampak oleh mata kita, yaitu jenis jin, tetapi ada juga dari syaitan jenis manusia. Silahkan kita simak lagi :
 الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
“Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”
(QS. An-Nas: 4-6).

Nah, semakin jelas lagi, bahwa syaitan bisa berasal dari jenis yang tampak kasat mata oleh kita dari kalangan manusia, yaitu syaitan dari jenis manusia. Agar lebih jelas lagi, coba simak ayat yang berikutnya :
وَإِذَا لَقُواْ الَّذِينَ آمَنُواْ قَالُواْ آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْاْ إِلَى شَيَاطِينِهِمْ قَالُواْ إِنَّا مَعَكْمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ
Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman." Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah
berolok-olok."(QS Al Baqoroh;14)

Makna dari QS Al Baqoroh ayat 14 tersebut adalah, saat orang-orang munafiq berkumpul dengan sesamanya/kelompoknya, di ayat tersebut digambarkan syaitan-syaitan mereka yg berarti teman-teman mereka, maka mereka mengatakan  "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.". Saat berkumpul dgn orang-orang beriman mengaku beriman, tetapi saat berkumpul dengan teman-temannya yang jauh dari kebenaran, mereka berkata yang lainnya.

Setelah kita mengetahui makna syaitan yang sesungguhnya, maka kita bisa membuat kesimpulan, bahwa syaitan itu juga bisa berasal dari kalangan manusia.

Dalam kitab Fathul Bari: 4/ 114 dijelaskan “Yang perlu diketahui, penyebab seseorang terjerumus dalam kemaksiatan tidak hanya akibat godaan syetan jin, terkadang disebabkan juga oleh syetan manusia, dan juga hawa nafsu, dan busuknya jiwa seseorang, serta dan adat serta prilaku jahiliyah yang masih marak di lingkungan tinggal.”

Baiklah, kita kembali pada 2 hadits di atas. Sebelumnya saya mengatakan bahwa 2 hadits tersebut saling menjelaskan. Maksudnya, coba kita simak di hadits yang ke-2 :

“Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, syaitan- syaitan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah (SWT) memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 682 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya no. 1682, dihasankan Asy-Syaikh Albani rahimahullahu dalam Al-Misykat no. 1960)

Perhatikan kata-kata “..syaitan- syaitan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu,..” Pertanyaannya adalah, siapakah yang dibelenggu? jawabannya adalah “..syaitan- syaitan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu,..” jawaban tersebut sesuai hadits kedua tersebut di atas. Betul..?!

Kesimpulannya, tidak semua syaitan di belenggu, tetapi hanya syaitan dari jenis jin yang “sangat jahat” saja yang dibelenggu. Sedangkan syaitan yang tidak sangat jahat dan syaitan dari kalangan jenis manusia ternyata tidak.. betul..?! Untuk lebih jelas lagi, ane kutip beberapa pendapat ulama yang menjelaskan hal tersebut :

Kata Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi‘i rahimahullahu, agar jangan sampai engkau mengatakan: “Kami mendapatkan beberapa perselisihan dan fitnah di bulan Ramadhan (lalu bagaimana dikatakan syaitan-syaitan itu dibelenggu sementara kejahatan tetap ada? -pent.).” Kita jawab bahwa yang dibelenggu adalah syaitan dari kalangan jin yang sangat jahat. Sedangkan syaitan-syaitan yang kecil dan syaitan-syaitan dari kalangan manusia tetap berkeliaran tidak dibelenggu. Demikian pula jiwa yang memerintahkan kepada kejelekan, teman-teman duduk yang jelek dan tabiat yang memang senang dengan fitnah dan pertikaian. Semua ini tetap ada di tengah manusia, tidak terbelenggu kecuali jin-jin yang sangat jahat. (Ijabatus Sa`il ‘ala Ahammil Masa`il, hal. 163)
Al-Imam Ibnu Khuzaimah rahimahullahu berkata dalam Shahih-nya (3/188): “Bab penyebutan keterangan bahwa hanyalah yang diinginkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya وَصُفِّدَتِ  الشَّيَاطِيْنُ hanyalah jin-jin yang jahat, bukan semua syaitan. Karena nama syaitan terkadang diberikan kepada sebagian mereka (tidak dimaukan seluruhnya).”

Sekarang saatnya kita membuat sebuah kesimpulan penting : “Ternyata tidak semua syaitan dibelenggu” betul..?! hanya “syaitan- syaitan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu” sedangkan syaitan jenis yang tidak sangat jahat dan syaitan dari kalangan manusia masih berkeliaran.

Kita bisa menyaksikan sendiri saat di bulan Ramadhan, masjid-masjid ramai, orang-orang ramai pula yg membaca Al Quran di bulan tersebut, ramai pula ibadah Qiyamul Lail di bulan tersebut, banyak manusia dari kalangan kaum muslimin yang rajin bersedekah, dan sebagainya. betul..?! itu dikarenakan, syaitan yang sangat jahat dan super jahat telah dibelenggu, akibatnya, godaan untuk bermalas-malasan dalam beribadah akan semakin kecil pula.. betul..?!

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

Nasehat

Teknologi

BLOGGING

Membuat List

Ilmu Pengetahuan Sosial SD Kelas 3

Ilmu Pengetahuan Sosial SD Kelas 3
Kelas :
3 SD
Pengarang  : Sunarso, Anis Kusuma
Penerbit:  : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Baca Buku Download Buku
(URL)
(PDF)
(DOC)

Sumber:

Ilmu Pengetahuan Sosial SD Kelas 2

Ilmu Pengetahyan Sosial SD Kelas 2
Kelas :
2 SD
Pengarang  : Tri Jaya Suranto, A. Dakir
Penerbit:  : Pusat PerbukuanDepartemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008

Baca Buku Download Buku
(URL)
(PDF)
(DOC)

Sumber:

Keindahan dalam Kehidupan

Keindahan dalam Kehidupan
Segala puji bagi Allah, Rabb yang telah menciptakan semua kenikmatan dan keindahan di alam semesta ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada kekasih dan panutan kehidupan kita, Rasulullah Muhammad saw.. Atas jasa beliau, segala berita langit di dalam Al-Qur`an telah sampai kepada kita. Beliau adalah rahmat bagi alam raya ini, penutup semua nabi dan rasul, dan pembawa risalah yang komprehensip dan paripurna.

Baca Buku Download Buku
(URL)
(PDF)
(DOC)

 Sumber:

Menjawab Tuntas Polemik Evolusi

Menjawab Tuntas Polemik Evolusi
National Geographic menayangkan dua film dokumenter pada bulan April 2003 dalam edisi Eropa, berjudul A Tale of Three Chimps (Kisah Tiga Simpanse) dan My Favorite Monkey (Monyet Kesukaanku). Dokumenter-dokumenter tersebut menunjukkan kemiripan yang jelas mengenai pesan yang ingin mereka sampaikan. Penayangan berkelanjutan dokumenter-dokumenter ini oleh Televisi National Geographic, isi serta waktunya menunjukan bahwa propaganda evolusionis yang sangat terencana sedang berlangsung. Saluran ini, yang pada bulan Maret 2003 menyajikan pada kita dongeng tentang “anjing yang masuk ke laut dan menjadi seekor paus” dan “ikan yang merayap ke darat untuk meninggalkan laut dan tumbuh kakinya” dalam Great Transformations (Perubahan-Perubahan Besar), saat ini menawarkan kita cerita lain dan mencoba menanamkan apa yang disebut sebagai evolusi manusia.

Baca Buku Download Buku
(URL)
(PDF)
(DOC)

 Sumber:
 

Runtuhnya Teori Evolusi dalam 20 Pertanyaan

Runtuhnya Teori Evolusi dalam 20 Pertanyaan
Teori evolusi sudah berusia 150 tahun, dan juga telah berpengaruh besar pada pandangan hidup yang dianut masyarakat. Teori ini menyatakan sebuah dusta, yaitu bahwa manusia muncul ke dunia ini sebagai akibat faktor kebetulan, dan bahwa manusia adalah suatu “spesies binatang”. Lebih jauh lagi, teori ini mengajarkan bahwa satu-satunya hukum yang berlaku adalah usaha makhluk hidup, yang hanya mementingkan diri sendiri, untuk bertahan hidup. Pengaruh gagasan ini tampak di abad kesembilan belas dan kedua puluh: manusia semakin egois, akhlak masyarakat yang memburuk, semakin merebaknya sikap mementingkan diri sendiri, sikap tidak berperikemanusiaan, dan kekerasan, tumbuh berkembangnya ideologi berdarah dan diktator seperti fasisme dan komunisme, krisis individual dan sosial karena manusia semakin jauh dari akhlak agama.

Baca Buku Download Buku
(URL)
(PDF)
(DOC)

 Sumber: